[Berita No.3, September 2022]

Jakarta – Humas BRIN. Jurnal Masyarakat dan Budaya (JMB) merupakan jurnal nasional yang bertujuan untuk menjadi sumber informasi akademik tentang kajian bidang kemasyarakatan dan kebudayaan. Sebagai puncak perayaan ulang tahunnya yang ke-25, Pusat Riset Masyarakat dan Budaya (PRMB) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan webinar Dinamika Ilmu Sosial dan Jurnal Ilmiah di Era Restrukturisasi Ekosistem Riset Indonesia, Kamis (8/9), secara hibrid.

Kepala PRMB BRIN, Lilis Mulyani, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa berdasarkan sejarah masa lalu, jurnal akan tetap menjadi wadah kunci bagi peneliti dan ilmuwan untuk bertemu dalam gagasan dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Jurnal juga dapat membantu dalam penyebarluasan hasil riset. “Hasil laporan penelitian yang panjang dan terlalu teknis ditulis ulang oleh para peneliti menjadi tulisan artikel yang dapat dibaca dalam waktu singkat,” ungkap Lilis.

Selaras dengan Lilis, Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (OR IPSH) BRIN, Ahmad Najib Burhani mengatakan, keberadaan jurnal bukan sekedar sebagai publikasi semata tetapi menjadi simbol dari institusi yang menerbitkannya yaitu untuk mengembangkan kajian yang ditekuninya. “Konsistensi selama 25 tahun, JMB terbit secara rutin, melakukan seleksi naskah-naskah yang bagus, kemudian menjaga kualitas pada naskah, ini merupakan sesuatu yang patut kita syukuri bersama,” katanya.

Lebih lanjut Ahmad Najib menyebutkan bahwa publikasi akademis di jurnal nasional yang dikelola secara serius, jauh lebih bagus daripada sekedar publikasi di jurnal internasional namun tidak lebih bagus dari jurnal berbahasa Indonesia. “Peran dari JMB bahwa sebetulnya menjaga kualitas tulisan akademis yang betul meskipun dalam bahasa Indonesia, jauh lebih penting daripada sekedar publikasi di jurnal internasional tetapi kualitas tulisan akademisnya tidak terjaga,” ucapnya.

Dalam paparannya sebagai pembicara kunci, Direktur Asia Institute University of Melbourne, Vedi R. Hadiz menjelaskan tentang perubahan dan perkembangan khazanah ilmu pengetahuan, dimana jurnal akademis ini tidak hanya penting bagi kelompok yang memiliki kesamaan (peer group) tetapi juga bagi khalayak luas. Baginya, menulis pada jurnal internasional berbahasa Inggris memiliki keuntungan yaitu kita dapat bersuara di dunia Internasional.

“Kerugiannya adalah karena ini bukan merupakan bahasa yang kita pakai sehari-hari, butuh waktu lebih lama dalam penyesuaian dan usaha lebih besar dalam implementasinya terlebih menuangkannya dalam tulisan akademis,” paparnya.

Ia juga menjelaskan, jurnal nasional tetap memiliki tempat tersendiri selama kualitas tulisan akademisnya tetap terjaga. “Jurnal nasional dapat menjadi tempat pelatihan bagi para ilmuwan untuk mulai menulis dengan memperhatikan berbagai standar dan kriteria serta kultur yang bersifat ilmiah,” jelasnya.

Memasuki sesi diskusi jurnal di dalam Era Restrukturisasi Ekosistem Riset Indonesia, Pemimpin Redaksi JMB, Widjajanti M. Santoso membeberkan apa yang menjadi tujuan dan tantangan JMB di masa depan, salah satunya adalah penggunaan dua bahasa, Indonesia dan Inggris. “Jika JMB masuk ke jurnal Scopus, syaratnya harus berbahasa Inggris. Dengan menggunakan dua bahasa, kita tidak akan kehilangan pembaca dari bahasa Indonesia, dan akan meluas penyebarannya dengan bahasa Inggris,” bebernya.

Pada kesempatan ini, Direktur Repositori, Kepustakaan, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah (RMPI) BRIN, Ayom Widipaminto, menjabarkan JMB telah memiliki akreditasi Sinta 2, dengan indekasi Google Scholar dan Dimensions, serta telah disitasi oleh beberapa negara dan sitasi Scopus. Ayom juga menyebutkan beberapa tantangan penerbitan buku ilmiah bidang sosial dan humaniora. Diantaranya adalah buku sosial humaniora belum banyak terdeteksi dalam mesin pengindeks global dan hasil penelitian dalam bentuk buku cetak belum terakses optimal oleh publik.

Ia pun menerangkan dalam kaitannya dengan pengelolaan jurnal, setelah masa integrasi BRIN terdapat tiga skema model pengelolaan. Skema pertama yaitu dikelola oleh BRIN sepenuhnya. Sekma kedua adalah co-management dengan Asosiasi Profesi. Skema terakhir, jurnal akan dikelola oleh Asosiasi Profesi/PT/penerbit lain. Kegiatan dilanjutkan dengan Peluncuran JMB Volume 24, Edisi 2, Tahun 2022 dan diskusi panel mengenai Dinamika Transformasi Budaya. (RBA)

Sumber: https://brin.go.id/news/110366/kiprah-25-tahun-jmb-konsisten-jaga-tulisan-ilmiah-berkualitas